teman’s,..
kelak ada tambahan pertanyaan dihari penentuan “hai kau fulan, nyontreng kah saat pemilu?”
ah, sungguh tidak ada maksud bercanda atau –apalagi—menghina, menghujat institusi apapun.
prihatin, kenapa agama dibawa begitu jauh mengurusi urusan “remeh-temeh”?. kenapa orang-orang pintar dan cendikia itu –seolah-olah—begitu “lapar” kekuasaan?. kenapa lembaga yang terhormat –kembali—menjadi “alat” bagi kepentingan kelompok tertentu?.
(bahkan warga negara yang mempunyai hak untuk memilihpun belum tentu terdaftar, belum tentu dapat memilih..jadi siapa yang akan menanggung dosanya??).
dalam pemilu, memilih adalah hak bagi warga negara bukan kewajiban.
teman’s,..
kalo kalian terdaftar dalam daftar pemilih tetap, datanglah ke TPS, gunakan hak pilih kalian.
bukan..ini tidak ada kaitannya dengan fatwa haram untuk golput.
terlepas dari apa yang bakal kalian pilih atau bahkan tidak memilih siapa-siapa, datanglah ke TPS, lakukan semua prosedur pemilu, paling tidak itu sangat membantu mencegah kecurangan.
perabotan kebangsaan, otjehan
“haram hukumnya merokok untuk anak-anak, ibu hamil dan dilakukan di tempat umum.
(juga bagi pengurus MUI)”.
saya membaca dan mendengar hal itu menafsirkan begini;
berdosa merokok untuk anak-anak tapi kelak ketika dewasa luruh dosa merokok baginya kecuali dilakukannya ditempat umum (dan pengurus MUI) dan jika ia perempuan sungguh berdosa ia merokok saat hamil tapi –bahkan—beberapa saat setelah ia melahirkan tidak ditimpakan dosa merokok padanya kecuali jika dilakukannya ditempat umum (dan pengurus MUI).
bagi orang dewasa (yang bukan perempuan hamil dan pengurus MUI) berdosa dia merokok ditempat umum tapi dipersilahkan untuk merokok dirumahnya meskipun—mungkin—dirumahnya itu ada bayi dan anak-anak, ada perempuan hamil (dan mungkin ada pengurus MUI).
----------
rokok, berbahaya untuk kesehatan. tanyakan saja pada semua orang, bahkan perokok pun tau hal itu, tapi haruskah kemudian agama melalui majelis yang terhormat begitu “semangat” mengeluarkan fatwanya??
Dan..
jangan pernah membagi rokok anda pada orang lain, even asapnya!!
rokok yang anda hisap, anda beli dengan menyisihkan uang yang anda cari dengan susah payah jadi untuk apa berbagi??
rokok yang anda hisap, kena cukai yang ga sedikit yang–bisa saja–berarti anda paling tidak sudah meyumbang kehidupan 1 keluarga petani tembakau, 1 keluarga buruh pabrik rokok jadi biarlah semakin banyak keluarga petani dan buruh yang terbantu kehidupannya dengan anda membiarkan perokok lain membeli rokok dengan uang mereka sendiri.
anda adalah perokok yang bermartabat, liat aja, betapa anda sudah bekerja, menyisihkan uang anda untuk rokok (dibakar), anda membantu kehidupan petani dan buruh jadi kenapa harus membagi rokok anda?
jangan pernah! habiskanlah sendiri!!
hisap rokok anda, nikmati sampai asap-asapnya, tuntaskan sampai tidak ada lagi bagian yang bisa dinikmati pemulung ketika ia mencari “barang berharga” ditempat sampah, tempat anda membuang puntung rokok gundul anda.
anda adalah perokok yang bermartabat dan anda tau resiko dari pilihan anda, jadi saat hal yang tidak diinginkan datang, bertanggung jawablah, jangan sampai membebankannya pada yang lain.
anda adalah perokok yang bermartabat jadi sudah seharusnya juga pintar dan mengerti aturan.
tanpa tulisan atau tandapun, anda paham dan mengerti bahwa ruangan ber AC, rumah sakit, tempat pengisian bahan bakar, sekolah, tempat ibadah, mall (dan rumah saya) adalah tempat dimana rokok anda terlarang untuk –bahkan—dikeluarkan.
(apalagi jika sudah ada larangan untuk merokok)
anda adalah perokok yang bermartabat dan anda adalah orangtua.
jangan marah jika kelak anak anda memutuskan untuk menjadi perokok tapi paling tidak rokok pertamanya berasal dari anda dan ajarkan dia menjadi perokok yang bermartabat.
anda adalah perokok yang bermartabat, maka anda berhak protes kalo kemudian anda diminta mematikan rokok anda padahal anda sudah berada di tempat yang memang pantas untuk merokok.
dan yang berfikir untuk menjadi perokok, pertimbangkan ini :
rokok yang kelak dihisap berasal uang hasil bekerja anda.
merokok tapi masih dibiayai hidup sama orangtua, ah harusnya anda malu pada diri anda sendiri.
harusnya gengsi, mau merokok tapi masih minta pada orang lain (rokok dan apinya).
sanggup merokok padahal ada anak yang menangis, menolak sekolah karena belum membayar uang sekolah, ada sanak kerabat yang membutuhkan biaya pengobatan segera..astaga!!dimana harga diri anda??
dan kalo anda kenal saya (hehe),
jangan heran kalo tiba-tiba saya menghilang saat ruangan sudah “mendung” ato mendenger celetukan “ya kalo ga mau ngasi esti, jangan sebar asepnya se” ato penolakan “ga ada uang kalo buat beli rokok!” ato omelan “yee ngerokok tapi geblek ga bisa baca” ato malah “udah ngerokok aja, gpp kok”
perabotan otjehan
kalo punya leher jenjang bagus kali ya?
pake kalung, cantik.. pake baju kerah tinggi, oke.. rambut, mau panjang, pendek, lurus, mlungker-lungker pantes-pantes aja…
hm..hm..
hm..hm..
ukay, potong aja dok, mau dah nginep dirumah sakit, sini saya tanda tangani surat pernyataannya, puasa 8 jam ga masalah, dimasukin inpus bisa tahan, jalan ke ruang op.ayo aja.. do it!!
eh..eh ga reti apa-apa ampir 4 jam kok lehernya kaku berat ya? oh udah kelar ternyata, sipp mudahan hasilnya oke,..
rela niy makan bubur (sekali aja tapinya hehe), mringis aja pas disuntik lewat inpus cuman jangan lama-lama ah dirumah sakit, toh ga batuk, ga sakit menelan, makan apa aja ayo (emang doyan :p), ga mual, udah bisa bangun dan jalan..
inpus yang masih 3 biji dibalikin aja, bosen, ga berasa apa-apa ini, malah bikin bengkak tangan, cukup lah 2 hari 2 malem.
pulang..pulang…aseek
buruan lepas perbannya yuk, kan udah ampir 2 hari dari pemotongan berlangsung, ga sabar pengen liat hasilnya, berhasil ga ya??
loh, kok sama aja??
hahaha ya iya lah, mana ada donor leher, gendeng
yuu…dokter-dokter dan paramedisnya hebat niy, ga peduli sama mimpi pasiennya yang sableng, mereka berhasil ngeluarin “makhluk” prencil dileher yang udah 5cm aja dan sambungan lehernya ntu loo, rapii banget –kali ini lemak menunjukkan kepeduliannya hihihi–
gpp ga punya leher jenjang, percaya deh yang orijinal emang paling yahud, pastinya–nah, yang buat yang MahaAhli–hehehe
ps. selasa 13 jan; masuk risa. rabu 14 jan; op.dimulai. kamis 15 jan; pulang. jumat 16 jan; lepas perban. saptu 17 jan; makan duren downk hahaha
perabotan otjehan
(Sheila on7)
Dimana kau s’lama ini
Bidadari yang kunanti
Kenapa baru sekarang
Kita dipertemukan
Sesal tak ‘kan ada arti
Karna semua t’lah terjadi
Kini kau tlah menjalani du..du..du
Sisa hidup dengannya
Mungkin salahku… Melewatkanmu…
Tak mencarimu… Sepenuh hati…
Maafkan aku…
Kesalahanku… Melewatkanmu…
Hingga kau kini… Dengan yang lain…
Maafkan aku…
Jika berulang kembali
Kau tak akan terlewati
Segenap hati kucari du..du..du
Dimana kau berada
Walau ku terlambat
Kau tetap yang terhebat
Melihatmu… Mendengarmu…
Kaulah yang terhebat
-------------------------------------------------------------------------------
hm..tengkyu RBTnya ya (14 hari udah cukup), setuju banget! jelas bukan yang terhebat kok
ps. ini ditulis sebelum RBTnya ditewaskan sepihak hehe dan dengan leher yang masih kaku-kaku :p
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda