“Hentikan pencarianmu atas tuhan, asal usul penciptaan dan hal sejenisnya.
Carilah Dia dengan dirimu sendiri sebagai titik awal. Kenalilah siapa yang ada didalam dirimu, yang memiliki segalanya dan berkata “tuhanku, pikiranku, benakku, jiwaku, ragaku”. Carilah asal kesedihan, kebahagiaan, cinta, benci … Kalau kau dengan seksama mengkaji semua itu, niscaya kau akan menemukan Dia dalam dirimu”.
_____________
“Kau bisa berhubungan dengan-Nya kalau kau mencari dengan jalanmu sendiri. Membiarkan orang lain mendiktekan keimanan dan cara mencari tuhan sama saja dengan menebarkan benih fanatisme”
perabotan otjehan
“Seorang pemilik toko menyuruh anaknya pergi mencari rahasia kebahagiaan dari orang paling bijaksana di dunia. Anak itu melintasi padang pasir selama empat puluh hari dan akhirnya tiba di sebuah kastil yang indah, jauh tinggi di puncak gunung, di sanalah orang bijak itu tinggal.
“Namun, ketika ia memasuki aula kastil itu, si anak muda bukannya menemukan orang bijak tersebut, melainkan sebuah kesibukan besar di dalamnya; para pedagang lalu lalang, orang-orang bercakap-cakap di sudut-sudut, ada orkesta kecil sedang memainkan musik lembut, dan ada meja yang penuh dengan piring-piring berisi makanan-makanan paling enak di belahan dunia tersebut. Si orang bijak berbicara dengan setiap orang dan anak muda itu harus menunggu selama dua jam. Setelah itu barulah tiba gilirannya.
“Si orang bijak mendengarkan dengan seksama saat anak muda itu menjelaskan maksud kedatangannya, namun dia mengatakan sedang tidak punya waktu untuk menjelaskan rahasia kebahagiaan. Dia menyarankan anak muda itu melihat-lihat sekeliling istana dan kembali kesini dua jam lagi.
“‘Sementara itu, aku punya tugas untukmu,’ kata si orang bijak. Diberikannya pada si anak muda sendok teh berisi dua tetes minyak. ‘Sambil kau berjalan-jalan, bawa sendok ini tapi jangan sampai minyaknya tumpah.’
“Anak muda itu pun mulai berkeliling-keliling naik turun sekian banyak tangga istana sambil matanya tertuju pada sendok yang dibawanya. Setelah dua jam, dia kembali ke ruangan tempat orang bijak itu berada.
“‘Nah,’ kata orang bijak, ‘apakah kau melihat tapestri-tapestri Persia yang tergantung di ruang makanku? Bagaimana dengan hasil taman karya ahli taman yang menghabiskan waktu sepuluh tahun untuk menciptakannya? Apa kau juga melihat perkamen-perkamen indah di perpustakaanku?’.
“Anak muda itu merasa malu. Dia mengakui bahwa dia tidak sempat melihat apa-apa. Dia terlalu terfokus pada usaha menjaga minyak di sendok itu supaya tidak tumpah.
“‘Kalau begitu, pergilah lagi berjalan-jalan dan nikmatilah keindahan-keindahan istanaku,’ kata si orang bijak. ‘Tak mungkin kau bisa mempercayai seseorang kalau kau tidak mengenal rumahnya’.
“Merasa lega, anak muda itu mengambil sendoknya dan kembali menjelajahi istana tersebut, kali ini ia mengamati semua karta seni di langit-langit dan tembok-yembok. Dia menikmati taman-taman, gunung-gunung di sekelilingnya, keindahan bunga-bunga, serta cita rasa yang terpancar dari segala sesuatu di sana. Ketika kembali menghadap orang bijak itu, diceritakannya dengan mendetail segala pemandangan yang telah dilihatnya.
“‘Tapi dimana tetes-tetes minyak yang kupercayakan padamu itu?’ tanya orang bijak.
“Si anak muda memandang sendok di tangannya dan menyadari dua tetes minyak itu sudah tidak ada.
“‘Nah, hanya ada satu nasehat yang bisa kuberikan untukmu,’ kata orang bijak itu. “Rahasia kebahagiaan adalah menikmati segala hal menakjubkan di dunia ini, tanpa pernah melupakan tetes-tetes air di sendokmu.”‘
(”sang alkemis” 41-43)
_____________________________
selama kita hidup pasti dihadapkan sama pilihan-pilihan dan di antara pilihan itu selalu tersedia option untuk tidak memilih.
baik-buruk, salah-benar; semuanya cuman sudut pandang aja kok, selama kita bertanggung jawab atas pilihan kita dan ga nyakitin orang lain, do it!!
percaya bahwa bahagia diproduksi sama otak (berkolaborasi sama hati) bukan dibawakan oleh tangan-tangan orang lain.
ah, paling tinggal sedia ember plus tissu aja to? oh pulsa pastinya ;p
“Ya ampun, tak kirain knapa? cecak aja ributnya udah kaya ada gajah dateng”
haa!! dengarkan saya, mending gajah dah, masih jauh udah kedengeran jadi sempet menghindar, nah cecak??
ga takut kok cuman jijik aja..aduh suaranya itu lo trus merayap-rayap, lengket-lengket ga keruan..astaga nulisnya aja udah merinding, yakzz..
“1 aja kan, ntar juga keluar sendiri, aneh banget pake disemprot”
sekarang 1, tapi coba kalo ga diusir segera..dipanggil lah itu temen-temen, sodara, kerabat dan akhirnya berkolonilah mereka..jadi, suka-suka saya mau disemprot kek, mau tak gusah pake sapu, sampe nyeret meja, geser lemari asal itu cecak segera keluar dari orbit kamar..wekk!
perabotan otjehan
jam 8 pagi…
“mbak esti, ada telpon!”
hiy, sapa ya nelpon ke kost? pagi2 pula? (jam 8 masih pagi??hehe). bla…bla…bla…
hm ternyata welvine ga ada temennya, ukay..ukay marilah kemari, bersama kami warga kenanga 19..
jam 10 kurang dikit, welvine dianterin mama papa trus dengan santainya dia melambaikan tangan bubay..bubay..hahaha ramah sekali kamu nak ;p
oh lupa, perkenalkan semua…
welvine, perempuan, 19 bulan, rambut kriwil2, ga masalah ada dimana aja, boleh makan apa aja, tidur siang muter-muter, ga suka nangis, quote “aduh sakit”, suara alto, ketawa riang gembira terutama pas mandi, udah apal 1-10, naek turun tangga??ga masalah duds, ga suka boneka, hobi maem krupuk dan dalam waktu kurang dari 24 jam udah punya fans dunk hehehe
perabotan otjehan
five for fighting
I can’t stand to fly
I’m not that naive
I’m just out to find
The better part of me
I’m more than a bird
I’m more than a plane
More than some pretty face beside a train
It’s not easy to be me
Wish that I could cry
Fall upon my knees
Find a way to lie
About a home I’ll never see
It may sound absurd…but don’t be naive
Even heroes have the right to bleed
I may be disturbed…but won’t you concede
Even heroes have the right to dream
It’s not easy to be me
Up, up and away…away from me
Well it’s all right…you can all sleep sound tonight
I’m not crazy…or anything…
I can’t stand to fly
I’m not that naive
Men weren’t meant to ride
With clouds between their knees
I’m only a man in a silly red sheet
Digging for kryptonite on this one way street
Only a man in a funny red sheet
Looking for special things inside of me
Inside of me
Inside me
Yeah, inside me
Inside of me
I’m only a man
In a funny red sheet
I’m only a man
Looking for a dream
I’m only a man
In a funny red sheet
And it’s not easy, hmmm, hmmm, hmmm…
I’ts not easy to be me
------------------------------------------------------
lagi suka banget dengerin niy lagu..jadi inget pernah ngobrol sama seseorang yang baek hati itu :). waktu itu saya komentarin tentang beruntungnya orang yang bisa dapetin apa yang dia inginkan pada saat itu juga. sambil ketawa dia bilang “Lebih beruntung kalo dia tau apa yang dia butuhkan, ga semua seperti yang kamu bayangkan”
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda