AKU PEREMPUAN


Kata Tuhan aku perempuan

Kata ulama aku perempuan

jadi harus menutup aurat

Kata pengusaha aku perempuan

jadi bisa dijual

Kata penodong aku perempuan

jadi bisa disikat

Kata seniman aku perempuan

jadi bisa dibuka bajunya demi keindahan

Kata koran aku perempuan

jadi harus berdandan

Kata toko aku perempuan 

jadi harus konsumtif

Kata sinetron aku perempuan

jadi aku harus cengeng

Kata bapak aku perempuan

jadi harus di rumah

Kata pacar aku perempuan

jadi harus menggugurkan kandungan

Kata suami aku perempuan

jadi harus ikut KB

Kata Tuhan aku perempuan 

Jadi aku harus apalagi ? 


(Bintang Timur, dikutip dari YJP 32)

spasi

Seindah apapun huruf terukir, dapatkah ia bermakna apabila tak ada jeda?
Dapatkah ia dimengerti jika tak ada spasi?.


Bukankah kita baru bisa bergerak jika ada jarak? Dan saling menyayang bila ada
ruang? Kasih sayang akan membawa dua orang semakin berdekatan, tapi
ia tak ingin mencekik, jadi ulurlah tali itu.


Napas akan melega dengan sepasang paru-paru yang tak dibagi. Darah mengalir deras dengan jantung yang tidak dipakai dua kali. Jiwa tidaklah dibelah, tapi bersua dengan jiwa lain yang searah. Jadi jangan lumpuhkan aku dengan mengatasnamakan kasih sayang.


Mari berkelana dengan rapat tapi tak dibebat. Janganlah saling membendung apabila tak ingin tersandung.


Pegang tanganku, tapi jangan terlalu erat, karena aku ingin seiring dan
bukan digiring.



Dewi Lestari, “Spasi” Filosofi Kopi

"fairish"

tuhanku,…


bicaralah padaku bila aku kesepian

bisikkanlah dukungan-Mu bila aku dirundung kecemasan

dengarkanlah suaraku bila aku jatuh

sudilah menjadi bagiku penghiburan dalam perjalanan


tempat bernaung diwaktu panas

tempat berteduh dikala hujan

tempat penuntun dalam kelelahan

dan

penolong dalam bahaya


semoga aku berhasil

mencapai tujuanku

sekarang dan jadi nanti

pada akhir hidupku

nenek

Perempuan Usia Cinta



Nenekku adalah cinta

Tiap keriputnya adalah prasasti

Yang terpahat oleh perupa kebijakan


Nenekku adalah puan

Tempat segala kehormatan

Dan mahkota sarjana kehidupan


Nenekku bukan penyihir

Nenekku bukan calon arang

Nenekku bukan pemakan

Hansel dan gretel

Nenekku bukan perempuan tua


Nenekku,

Sekali lagi,

Adalah,

CINTA






PS. Bukunya lupa judulnya apa..


Engkaulah
alasan semua kehidupan ini. Engkaulah penjelasan atas semua kehidupan
ini. Perasaan ini datang dari-Mu. Semua perasaan ini juga akan
kembali kepada-Mu. Kami hanya menerima titipan. Dan semua itu ada
sungguh karena-Mu…


Katakanlah
wahai semua pencinta di dunia. Katakanlah ikrar cinta itu hanya
karena-Nya. Katakanlah semua kerinduan itu hanya karena Allah.
Katakanlah semua getar rasa itu hanya karena Allah. Dan semoga Allah
yang maha mencinta, yang menciptakan dunia dengan kasih sayang
mengajarkan kita tentang cinta sejati.


Semoga
Allah memberikan kesempatan kepada kita untuk merasakan hakikatnya.
Bagaimanakah dunia ini jika Allah tidak menciptakan perasaan itu?

……



(tere~liye
“Hafalan Shalat Delisa”)


true, a dream alone without the bargaining to go with it, does not transform the world or make the walls vanish, but it does help you keep a hold of dignity.

dignity is to have a dream, a strong one, which gives you a vision, a world where you have a place, where whatever it is you have to contribute makes a difference.

You are in harem when the world does not need you.
You are in harem when what you can contribute does not make a difference.
You are in harem when the planet swirls around, with you buried up to your neck in scorn and neglect.

Only one person can change the situation and make the planet go around the other way, and that is you!.

If you stand up against scorn, and dream of a different world, the planet’s direction will be altered.

But what you need to avoid at all cost, is to let the scorn around you get inside.

When a women start thinking she is nothing, the little sparrows cry.

Who can defend them on the terrace, if no one has the vision of a world without slingshots?

(Fatima Mernissi “the harem within, tales of a moroccan girlhood”)

the alchemist….



a fable about following your heart…


“My heart is afraid that it will have to suffer,” the boy told the alchemist one night as they looked up at the moonless sky. 

“Tell your heart that the fear of suffering is worse that the suffering
itself. And that no heart has ever suffered when it goes in search of
its dreams.”


_________________________________
dibaca 1 kali, 2 kali, 3 kali…
ugh, selalu ada yang baru…
a great book

Knok…knok…knok…
bangun teman, lihatlah sekelilingmu. Tengok lingkunganmu. Sapa hijaunya pohon.Dengarkan kicauan burung. Rasakan hangatnya matahari.

Oahem…
ergh emang masih ada?
lets see lingkungan?ough sampah, polusi, ribut, berantakan. Hijaunya pohon?hahaha tinggal di hutan kalee. Haa!Apa kamu bilang?kicauan burung?hangatnya matahari?haluu ini di kota pren suara knalpot mungkin benar dan matahari hangat?oh, oh lebih dari 32′C, hangat?ada-ada aja deh…

Sudahlah jangan terlalu meributkan hal-hal yang terlalu jauh dan bukannya zaman gunung es itu siklus? jadi kamu mau sibuk stop global warming itu es di kutub juga tetepancur-ancuran. Apalah artinya 1 pohon dibandingkan ribuan pohon yang ditebang di hutan sana.
Ngapain repot bawa tas untuk belanjaan kalo semua toko dan penjual sudah nyediain tas plastik gratis.
Apa itu mati-matiin peralatan elektronik, yang penting kan bayar tagihannya, toh PLN juga udah mademin yang tanpa pemberitahuan itu.
Naik sepeda?jalan kaki?gengsi downk yaa ada mobil,motor yang tinggal pake ini.

Yang paling ga abis pikir, kapan hari nonton berita yang liputannya tentang seorang laki-laki pensiunan PNS yang menghabiskan waktu senggangnya dengan berkeliling kota nyabutin paku-paku yang ada di pohon. Buat apa coba? berapa sih kalo paku-paku itu dikilo?nah, yang anehnya lagi, itu bapak ga ada maksud buat jual paku-pakunya, malah dikasi gratis ke tukang loak. Hahaha konyol banget, pekerjaan sia-sia. Dia nyabutin ntar ga lama lagi paling udah ada yang maku masang iklan gratisan, kesiyan banget.
Eh tapi ada yang lebih ajaip lagi, katanya jadi vegetarian bisa mengurangi dampak pemanasan global. Huhahaha orang-orang yang aneh, bagaimana bisa?lagian daging enak, ikan lezat kenapa disia-sia kan, iya ga??

Ah sudah lah,ngantuk niy…pusing mikirin yang kaya gitu, yang penting kiriman duit lancar,bisa makan enak, punya pacar yang available kapan aja, kendaraan BBMnya full,urusan global warming pemerintah dan kalian ajalah yang urus. Selamat berjuang deh, semoga sukses

loh rokok gue mana y??
ah ini dia nikmatnya dunia, ngopi, ngerokok, YM-an bentar, tidur lagi ntar siang jemput yayang lunch bareng, hang out sore, ngetes mobil sport baru, dinner, nonton, clubbing sampe pagi..have fun man mumpung masih muda!!

Oahem,.
—————————————————————————————————

“Bagaimana anda dapat membeli atau menjual langit, hangatnya tanah? gagasan itu aneh bagi kami.
Jika kami tidak memiliki kesegaran udara dan kilauan air, bagaimana kamu dapat membelinya? Setiap bagian bumi adalah suci bagi rakyatku. Setiap pucuk cemara yang bersinar, setiap daratan yang berpasir dan setiap kabut dalam hutan yang gelap, setiap kebebasan dan dengungan serangga adalah suci dalam ingatan dan pengalaman rakyatku.
Getah yang mengalir dari pohon-pohon, membawa ingatan pada orang-orang Merah. Kami adalah bagian dari bumi dan bumi adalah bagian dari kami. Keharuman bunga-bunga adalah saudari kami; kuda dan burung rajawali adalah saudara kami. Puncak batu karang, kepala tubuh kuda poni dan manusia semua berasal dari keluarga yang sama.
Inilah yang kami tau; segala sesuatu saling berhubungan seperti darah yang menyatukan sebuah keluarga. Manusia tidak dapat mengabaikan jaringan kehidupan, ia hanyalah satu ruas didalamnya; apapun yang ia buat terhadap jaringan itu, ia buat bagi dirinya sendiri”.
(Kepala Suku Seattle Indian tahun 1854, ketika menjawab keinginan laki-laki kulit putih membeli tanah mereka)

—————————————————————————————————-
selamat hari lingkungan hidup

Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

Blogger Template by Blogcrowds